Kenapa Pasir Bangka Tidak Tampak Cerah Kehadirannya Di Jakarta

Kenapa Pasir Bangka Tidak Tampak Cerah Kehadirannya Di Jakarta

Kenapa Pasir Bangka Tidak Tampak Cerah Kehadirannya Di Jakarta? Pentingnya Pasir Bangka hadir ke Jakarta dan sekitarnya membuat pasir ini sangat dibutuhkan dan ditunggu-tunggu para penggunanya. Bahkan yang paling utama menunggu pasir bangka ini sebelum tersentuh oleh penggunanya adalah pebisnis-pebisnis pasir bangka itu sendiri. Siapa-siapa pebisnis itu?

  1. Pemilik Lahan
  2. Pemilik IUP
  3. Kontraktor penambang ( pemilik IUJP)
  4. Pemilik Kapal Tongkang Include Excavator (Beko)
  5. Pemilik truk
  6. Pemilik Dermaga

Dari keenam pebisnis diatas merekalah yang sangat menunggu kehadiran pasir bangka di Jakarta atau yang paling mengharapkan bisnis pasir bangka ini berjalan lancar.

Kenapa Pasir Bangka Tidak Tampak Cerah Kehadirannya Di Jakarta
Kenapa Pasir Bangka Tidak Tampak Cerah Kehadirannya Di Jakarta

 

Kenapa Pasir Bangka Tidak Tampak Cerah Kehadirannya Di Jakarta

Namun seiringnya waktu kehadiran PASIR BANGKA ke Jakarta tidak secerah dulu seperti gambar diatas. Kenapa? Ada beberapa hal yang paling berpengaruh terhadap hal tersebut :

  1. Tidak Adanya Sirkulasi Air di Lokasi Tambang

Tidak adanya sirkulasi air atau danau dilokasi tambang bisa membuat pasir tidak dicuci apalagi musim kemarau. Bahkan pasir ditambang begitu saja tanpa harus dicuci sehingga tampilannya tidak bersih ataupun putih.

2. Tidak adanya kesepakatan harga antara pemilik IUP dan kontraktor

Tidak adanya kesepakatan harga antara pemilik IUP dan kontraktor membuat pasir tidak sebaik tampilannya. Harga yang diberikan ke kontraktor penambang terkadang terlalu minim membuat penambang enggan mencuci 2-3 kali mencuci pasir tersebut sehingga pasir masih tinggi kadar lumpurnya.

Kenapa Pasir Bangka Tidak Tampak Cerah Kehadirannya Di Jakarta
Kenapa Pasir Bangka Tidak Tampak Cerah Kehadirannya Di Jakarta

Kenapa Pasir Bangka Tidak Tampak Cerah Kehadirannya Di Jakarta

3. Lahan di Lokasi Tambang masih tinggi lapisan SOIL atau Humpusnya.

Soil atau humpus juga dikenal dengan tanah hitam terkadang lapisannya terlalu tebal membuat penambang mengekuarkan biaya yang sangat besar untuk menggali terus samai menemukan lapisan pasir yang di cari.

4. Tingginya Biaya Menambang

Budget Menambang Pasir Bangka terkadang lebih dari target yang sudah ditentukan RAB yang terdaftar pada buku kerja penambang. Kalau biaya yang ditentukan melebihi penambang mau tidak mau menyudahi proses pertambangannya dengan hasil tambang yang belum maksimal. Kadang butuh cuci sekali lagi mereka tidak melakukannya karena BBM yang harus digunakan budgetnya sudah menipis. Dengan demikian hasil tamabng pun jadi asal.

Dengan demikian kita berharap semoga hal-hal yang bisa menjadikan pasir bangka tampilannya cerah bisa dilakukan oleh penambang dan pihak pemilik IUP. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses cookies to offer you a better browsing experience. By browsing this website, you agree to our use of cookies.