Pasir Bangka walau berwarna coklat dia tetap berasal dari pulau Bangka atau pulau Belitung. Namun banyak orang yang belum mengetahuinya, tetap saja beranggapan pasir bangka itu putih. Sebagian orang Jakarta yang memang kelahiran dari Bangka, dia akan mengetahui kalau pasir bangka tidak selalu berwarna putih ada juga yang berwarna coklat, abu-abu, kuning ataupun crem. Berwarna coklat bukan berarti kadar lumpurnya tinggi, dia tetap masih standar dibawah 5%, berwarna coklat karna pencuciannya tidak terlalau detail.

Pasir bangka apapun warnanya dia tetap mengandung ;
– kadar silica
– kadar FE (besi)
– kadar lumpur tetap dbawah 5%
Itulah yg penting dalam pasir bangka
Namun bagi para kontraktor sebagian tetap bisa mau klu disupllai pasir bangka coklat. Tapi kalau toko matrial terkadang ada yang mau ada yang tidak. Karena toko material maunya yang tampilannya cerah seperti berwarna crem.
Namun itu semua tergantung dari cara berpikir pembeli pasir bangka. Secara logika klu kita beli pasir hitam kita sebagai pembeli pasir hitam tidak perbah berpikir kalau ga bagus itu pasir tetap aja suka.

Pasir Bangka walau berwarna coklat dia tetap berasal dari pulau Bangka atau pulau Belitung.
Karena awalnya pasir bangka hadir ke jakarta berwarna putih jadi itu semua sudah menjadi memori di dalam pikiran bawah sadar. Pasir Bangka itu putih atau crem. Padahal para penambang itu punya coast kalau sampai harus menghasilkan pasir yang berwarna putih.
Baiknya mindset seseorang akan menjadikan sesuatu hal tindakan baik bagi pelaku pembuatan rumah itu sendiri. Seperti proyek di taman Chrysan ini yang dibangun oleh NAD Design_build (IG) hasil pekerjaan tetap indah dan bagus. Pasir bangka yang di kirimpun tetap bagus dan baik.
